Skip to main content

Featured

PERASAAN PERGI DARI RUMAH TANPA PAMIT

Hari ini hari Rabu. Aku ingat harus memberi uang kepada orang tua untuk membantu mereka mengangsur mobil. Motorku lunas dari pegadaian, setelah selama setahun di gadai oleh teman ibu yang tidak bertanggung jawab. Hal itu mengharuskan ibuku mengangsur motor tanpa memakai uang yang cair pada saat itu. Hari ini, digadaikan lagi oleh ibu untuk membayar cicilan mobil yang sudah berjalan selama 9x ini. Cukup berat untukku dan keadaan keluargaku saat ini, yaitu 11jt/bulan selama 4 tahun. Ayahku masih sibuk dengan murai, jalak, love bird dan kenari nya yang setiap hari berharap diberi air yang baru dan tambahan makanan yang enak. Terkadang masih saja waktunya kurang untuk memanjakan hewan sangkar tersebut. Bahkan jika tidak terpenuhi hasrat membeli dampaknya akan serumah yang merasakan. Aku dan suamiku, berdiskusi. Keputusan mana yang harus kami ambil untuk melanjutkan mimpi-mimpi kita jadi kenyataan. pasalnya bukan hanya mimpi aku dan suamiku saja, melainkan untuk membuat ayah dan ibuku...

Ilham di Juli


Malam ini tak ada bintang atau bulan yang menampakan batang hidungnya di langit. Kemana mereka ? Apakah mereka juga meninggalkanku yang saat ini aku sedang merasa sendiri. Rasa rindu setiap hari memakan hati menyesakkan nafasku dan menambah kerja mulutku untuk mendoakan nama manusia tak tahu diri itu. Manusia kering berparas putih itu menyita setiap logikaku yang sedang berfikir. Tapi tunggu sebentar, siapa yang tak tau diri apakah dia atau aku yang terlalu sok sibuk ingin memikirkannya ? Terlalu sok ingin disebut berjuang untuk menarik simpatinya ? Memang sepertinya aku tak menemukan jawabannya. Disisi lain ketika slide ini ku geser ada paras dengan simpulan senyum menyambut layar hitam ini kembali menyala. Dia yang kubicarakan selama ini. Di waktu libur yang terlalu lama membuat mataku ikut berpuasa tak melihat sorot matanya yg slama ini kurasa adalah semangatku. Bahkan gambar terbaru tentangnya itu sudah ku masukkan ke file mesin kecil yg super pintar ini, semoga kau tak berubah bila nanti aku kembali mengunjungimu tampan, semoga yang berubah adalah niat pikiranmu untuk sama mengagumi manusia ini, semoga kau juga rindu dengan manusia yang selalu duduk menanti kau melintasinya, dan semoga rasa manusia ini selalu diutuhkan ketika berkurang. Berlebihannya hati ini mengatakan ini semua dan bodohnya 2 benda di bagian jemari ini ikut menuliskan semua perkataan hatiku. Suatu saat akan kubicarakan ini kepada sitampan kurus kering berparas putih itu:)

9 Juli 2014, Bandung

Comments

Popular Posts