Skip to main content

Featured

PERASAAN PERGI DARI RUMAH TANPA PAMIT

Hari ini hari Rabu. Aku ingat harus memberi uang kepada orang tua untuk membantu mereka mengangsur mobil. Motorku lunas dari pegadaian, setelah selama setahun di gadai oleh teman ibu yang tidak bertanggung jawab. Hal itu mengharuskan ibuku mengangsur motor tanpa memakai uang yang cair pada saat itu. Hari ini, digadaikan lagi oleh ibu untuk membayar cicilan mobil yang sudah berjalan selama 9x ini. Cukup berat untukku dan keadaan keluargaku saat ini, yaitu 11jt/bulan selama 4 tahun. Ayahku masih sibuk dengan murai, jalak, love bird dan kenari nya yang setiap hari berharap diberi air yang baru dan tambahan makanan yang enak. Terkadang masih saja waktunya kurang untuk memanjakan hewan sangkar tersebut. Bahkan jika tidak terpenuhi hasrat membeli dampaknya akan serumah yang merasakan. Aku dan suamiku, berdiskusi. Keputusan mana yang harus kami ambil untuk melanjutkan mimpi-mimpi kita jadi kenyataan. pasalnya bukan hanya mimpi aku dan suamiku saja, melainkan untuk membuat ayah dan ibuku...

TINTA HITAM

Aku, ya sang nyctophilia yang sedang di rundung keram senja nan malam.
Sedih menghujung hingga linu sendi-sendi tubuhku.
Hai manusia pagi, segankah anda dengan kesunyian malamku barusan.
Tidak ! ha ha ha .. sombong sekali

Lupa ! karena pagimulah aku ada.
Pagi dengan coretan tinta kebisingan hidup monotonmu.
Bosan ! memang sungguh menyedihkan !
Aku hanya alunan nada sedang yang tenang

Ketahuilah, bidadari saja enggan ada disampingmu
cucilah tangan kotormu dengan genangan yang jernih
Kering ? memang sungguh malang nasibmu.
Terlanjur ! kau sudah mengambil jalanmu

-AD-
10 Februari 2016

Comments

Popular Posts